Bicara Soal Pasar, Bupati Paniai Teteskan Air Mata di Depan Puluhan Kepala OPD


Paniai, [WAGADEI] – Bupati Paniai, Meki Nawipa meneteskan air mata ketika dirinya berbicara soal pembangunan pasar sentral di kota Enarotali di hadapan puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paniai.

Saat itu, Bupati Meki memaparkan sejumlah program yang masuk dalam 100 kerja di ruang rapat Kantor Bupati setempat, Senin, (3/12/2018).

“Saya sangat sedih melihat mama-mama asli Paniai yang tiap hari jualan di atas tanah, di atas pecek. Mereka tiap hari tadah panas, hirup polusi lalu lintas,” ungkapnya sambil menangis.

Padahal, ia mengaku, hasil dari jualan itu mama-mama tersebut telah membiayai anak-anaknya telah menjadi orang besar tapi tidak memiliki hati untuk kembali melayani mereka.

“Kami ini anak-anak dari mama-mama itu. Mama yang cantik, mama yang rapi itu orang lain punya (mama) tapi yang mama- mama ini kita punya. Kami sudah jadi bupati dan pejabat daerah, sekarang saatnya kita kembali perhatikan mereka,” bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada OPD yang bersangkutan agar dalam program 100 hari kerja harus maksimalkan membangun pasar sentral. “Itu supaya mereka bisa berjualan dengan baik,” ucapnya.

“Para kepala OPD bantu saya sisi ini. Karena ini merupakan harga diri kita. Kita tidak boleh santai,” tegasnya. (*/wagadei)

Editor: Abeth A. You  

151 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share

8 tanggapan untuk “Bicara Soal Pasar, Bupati Paniai Teteskan Air Mata di Depan Puluhan Kepala OPD

  • Desember 4, 2018 pada 9:02 am
    Permalink

    Bapak bupati Meki Nawipa yang terhormat,
    sebagai usulan saja supaya pasar sayur ikan segar, penjualnya hanya mama putri daerah, jadi tidak boleh ada pendatang. Kalau kios boleh pendatang yang berjualan. Supaya mama putri Papua disediakan alat timbang oleh pemda paniai agar penjualan berdasarkan harga timbangan. Mama putri Papua dibebaskan dari segala pungutan biaya (subsidi) tetapi biaya diambil dari pajak Kios kios. Lebih jauh lagi , mama papua yang berjualan disediakan mobil angkutan sayur untuk pengambilan dari dekat kebun sebagai lancarnya distribusi sayur segar dari putra putri papua.

    Hormat kami, robert mandagie

    Balas
  • Desember 4, 2018 pada 9:34 am
    Permalink

    Sayanpun perna menagis saat mama mama jualan di pasar sentral dengan kondisi seperti dijelaskan diatas ini ya.

    Balas
  • Desember 4, 2018 pada 9:56 am
    Permalink

    Jgn hanya tutur kan lewat mulut turun tangan di lapangan pimpin lah, jika pemimpin. jangan menjadi bos

    Salut bapak meki Nawipa

    Balas
  • Desember 4, 2018 pada 12:18 pm
    Permalink

    Luar biasa bapak Bupati paniai yang baru pertama kali perhatikan kepada kita punya orang yang sedang tada hujan, tada panas, dan tada bosan bertahan untuk mencari uang Rp. 1000. Demi kesuksen anaknya yang sedang merantau di tanah orang.

    Balas
  • Desember 5, 2018 pada 3:31 am
    Permalink

    Sangat setujuh dan apa bapak inginkan dan rasakan itu bagian dari perjuangan mama mama kita…sukses selalu kab paniai di bawah ke pemimpinana bapak Bupati yg baru Meki Nawipa.

    Balas
  • Desember 5, 2018 pada 4:26 am
    Permalink

    Salut buat Bpk bupati Meki Nawipa,sy pribadi Bru bs melihat keikhlasan, dari bapak bupati,klu seluruh pejabat org asli Papua sama seperti bapa bupati Meki Nawipa, Papua pasti sejahtera.TUHAN memberkati

    Balas
  • Desember 6, 2018 pada 7:53 am
    Permalink

    Terimakasih Bapak bupati atas perhatian kepada harapan rakyat yang sekian tahun yang dilewatkan oleh mereka yg sudah jalani dalam sistem. Demikian pemimpin yang mampu menerjehkan visi dan misi gubernur papua. Bangga bila ada kepala daerah yg sama di beberapa kabupaten. Maka papua akan mampu menerjemahkan maksud dari kehidupan bertata pemerintahan dalam wilayah otonomi untuk negeri tercinta ini papua.

    Balas
  • Desember 7, 2018 pada 8:53 am
    Permalink

    Sy sangat sedih dgn kondisi tempat jualan mama2 di Pasar Enarotali, mohon Bpk Bupati segera buatkan para mama2 tsb tempat jualan yg layak dan bersih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares