Resmikan Gereja Eben-Haezer Aikai, Ini Pesan Bupati Paniai


Paniai, [WAGADEI] – Bupati Kabupaten Paniai, Papua, Meki Nawipa meresmikan gedung Gereja Kingmi Jemaat Eben-Haezer Aikai, Klasis Weya, Rabu, (28/11/2018).

Peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Nawipa, didampingi Majelis Sidang, Ketua Klasis Weya, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Zeth Yeimo dan sejumlah anggota DPRD setempat.

Bupati berharap jemaat di gereja tersebut agar semakin baik dan terus menguatkan iman kepada Tuhan, untuk mewujukan masyarakat yang berbudi dan beriman.

“Keberadaan gereja hendaknya dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, serta selalu diisi dengan berbagai kegiatan peribadatan oleh para jemaat, baik di wilayah tersebut maupun sekitarnya,” ujar Bupati Meki Nawipa dalam sambutannya.

Bupati Nawipa menjelaskan bahwa fungsi gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah, akan tetapi sebagai pusat pengembangan kualitas umat serta pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karenanya, sinergisitas umat di dalamnya selalu terjalin dengan baik, khususnya aktivitas spirutual hingga sosial.

“Gereja ini adalah rumah Tuhan, jadi jagalah dan jadikan gereja sebagai tempat untuk membangun kerukunan, kebaikan sesama umat,” bebernya.

Nawipa yang baru saja dilantik oleh Gubenur Papua ini meminta umat beragama yang ada di bumi Wagadei terus membangun kebersamaan dan menjaga toleransi antar umat beragama. “ kebersamaan diyakini dapat membangun Paniai yang maju dan sejahtera,” katanya.

Ketua panitia pembangunan, Zeth Yeimo mengatakan, gereja tersebut dibangun selama satu tahun sejak pertengahan 2017 hingga akhirnya diresmikan pada akhir Desembr 2018 dengan dana suka rela dari para jemaat sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pihaknya.

“Kami bangun gereja ini dananya sebesar Rp 2,7 Milira. Dari Pemerintah Paniai bantu Rp 500 juta. Selain itu swadaya jemaat saja. Puji Tuhan, bisa berdiri gagah dalam satu tahun saja berukuran 14 x 30 meter,” kata Zeth Yeimo.

Sejarah berdirinya jemaat itu, mantan Ketua KPU Paniai ini menjelaskan, tahun 1982 beberapa anggota Jemaat Bethel (sekarang Anthiokia) asal Aikai buka pos PI di Aikai sebab mereka adalah bagian dari keluarga besar yang menerima para pekabar Injil (C&MA) dan menyediakan penginapan, member makanan dan minuman serta menyerahkan tanah adat untuk memusatkan penginjilan dan pendidikan.

“Bapak Yahya Nawipa, mama Yacoba Yeimo, mama Yohana Bunai dan mama bernadetha bunai mulai bangun Pos PI namun mereka ketemu ketua Klasis Weya, yaitu Pendeta Lukas Gobai dan dia memperbolehkan buka Pos PI,” katanya.

Ia mengatakan, tahun 1982 pihaknya membangun Pos PI pertama berbentuk ‘kewita’ berukuran 9 x 16 m. Tahun 1985 mereka bangun gereja berukuran 10 x 22 m, ditutup keliling pakai kayu papan cincang dengan menggunakan atap sengk bekas. Selanjutnya tahun 1989 mereka bangun gedung gereja yang ketiga berukuran 12 x 25 m dibangun pakai kayu papan cincang dan menggunakan selama 26 tahun lamanya.

“Ini yang gedung gereja ke empat, kami bangun dalam satu tahun ditutup keliling dengan stengah batu dan bagian lantai tehel, berplafon kayu dan atapnya sengk alkavalum 0, 40 mm,” pungkasnya. (*/wagadei)

Editor: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares