Arti Rumah Bagi Suku Mee


Oleh; Alm. Manfred Mote, S.Fil

SUKU bangsa Mee di Paniyai, Deiyai dan Dogiyai memandang diri dan kehadirannya dari simbol rumah yang didirikannya sendiri. Juga simbol kehadiran sebuah bangunan keluarga, sebuah keluarga besar, suatu kesatuan keluarga besar dan pula kehadiran suatu komunitas sosial, serta kehadiran tata susunan jagat raya dan simbol kehadiran Allah di dunia.

Rumah sebagai simbol kehadiran diri pribadi manusia. Orang Mee memandang dirinya sendiri sebagai berikut ini:

Taka (go) atau tiang penyangga fondasi                 : Toko atau betis kaki.
Mutaida atau tiang fondasi                                     :Muta atau paha kaki.
Keyage + age atau lantai rumah                              :Doda’ atau pantat.
Kemoma atau tiang-tiang rumah                             :Matoka (mito) atau (tulang) punggung.
Kaba atau papan dinding rumah                             :Geko (gebou) atau tulang rusuk.
Kogeka atau tiang ring rumah                                 :Kode (kogeka) atau bahu (pundak).
Wai-dopi-motikume/tiang kap rumah                     : Dagiuto atau tengkorak.
Owaa boiyo atau atap rumah                                  :Migouto atau kepala.
Owaa uwoo atau tiang bubungan rumah                : Nonogo atau otak (akal).
Owaa uguu atau nyala api                                       :Kegepa (jantung) pusat hati nurani.
Bodiya wii atau nyala api di tungku                       :Dimi puu, terang Roh Allah.

Rumah sebagai simbol kehadiran sebuah rumah tangga atau keluarga. Suatu keluarga orang Mee memandang diri sebagai berikut ini:

Takago yangditancap di dalam tanah                        :Leluhur+orang tua yang telah mati.
Mutaida (fondasi rumah)                                               :Para orang tua yang masih hidup.
Keyage/ (Age), lantai rumah                                          :Ibu rumah tangga bersangkutan.
Kemoma, papan dinding rumah                                  :Anak-anak laki dalam keluarga.
Kaba, papan dinding rumah                                        :Anak-anak perempuan dalam keluarga.
Kogeka,tiang-tiang ring rumah                                  :Beban tanggung jawab yang dipikul.
Wai-Dopi-Motikume, tiang-tiang kap rumah              : Saudara-saudara bapak.
Owaa boiyo atau atap rumah                                      :Perlindungan yang diberikan bapak keluarga.
Owaa uwoo, tiang bubungan rumah                           :Bapak keluarga; simbol kearifan.
Owaa uguu, tungku api rumah                                    :Ibu rumah tangga; simbol roh keluarga.
Owaa eduu, tali rotan pengikat rumah                        :Tali cinta kasih keluarga!

Rumah sebagai simbol kehadiran sebuah keluarga besar. Suatu keluarga besar Orang Mee memandang diri sebagai berikut ini:

Takago, tiangpenyangga fondasi rumah                       :Para leluhur yang telah mati.
Mutaida, tiang-tiang fondasi                                         :Semua orang tua-tua yang masih hidu.
Keyage (Age), tiang lantai rumah                                    :Semua kaum mama yang masih hidup.
Kemoma,tiang-tiang yang berdiri                                 :Laki-laki muda yang masih hidup.
Kaba, papan dinding rumah                                           :Perempuan-perempuan muda yang masih hidup.
Kogeka, tiang-tiang ring rumah                                     :Beban keluarga besar yang wajib dipiku.l
Wai+Dopi+Motikume, tiang-tiang kap rumah               : Kaumbapak-bapak yang masih hidup.
Owaa boiyo, atap rumah                                                :Perlindungan yang wajib diberikan para bapak.
Owaa uwoo,tiang bubungan rumah                              :Yang tertua diantara para bapak.
Owaa eduu, talirotan pengikat rumah                           :Tali pengikat persaudaraan dan kekeluargaan!

Rumah sebagai simbol kehadiran suatu komunitas sosial. Suatu komunitas sosial orang Mee memandang diri sebagai berikut ini:

Takago, tiangpenyangga fondasi                                  :Semua jasad leluhur yang terkubur.
Mutaida,tiang-tiang fondasi                                         : Para orang tua-tua yang masih hidup.
Keyage + age, tiang + lantai                                          : Para mama tua-tua yang masih hidup.
Kemoma,tiang-tiang berdiri                                          : Para laki-laki muda yang masih hidup.
Kaba, papan dinding rumah                                           : Para perempuan muda yang masih hidup.
Kogeka, tiang-tiang ring                                                : Tanggung jawab sosial yang dipikul bersama.
Wai+Dopi+Motikume, tiang-tiang kap rumah               : Parabapak yang masih hidup.
Owaa boiyo,atap rumah                                                : Kearifan dan perlindungan sosial para bapak.
Owaa uwoo,tiang bubungan rumah                              : Kepala komunitas sosial dan kewajibannya.
Owaa uguu,tungku api dari rumah                               :Roh dari komunitas sosial itu.
Owaa eduu, talirotan                                                    :Tali persaudaraan, keakraban dan kerja sama!

Rumah sebagai simbol kehadiran didunia bagi manusia. Cara manusia Mee memandang Allah adalah sebagai berikut:

Allah bagi orang Mee ialah Ia yang menjadi tanah, yang menjadi tiang takago dan mutaida, yang menjadi tiang keyage dan age, yang menjadi tiang kemoma dan papan kaba, yang menjadi tiang kogeka, yang menjadi tiang-tiang wai+dopi+motikume, yang menjadi boiyo atap rumah, yang menjadi owaa uwoo – tiang bubungan rumah, yang menjadi owaa uguu dan bodiya, tungku dan api yang bernyala terang, yang menjadi tali rotan yaitu sumber tali cinta kasih, tali pengikat persatuan dan persaudaraan, yang menjadi sumber makanan dan minuman kehidupan dan menjadi Jalan Kehidupan dan Keselamatan Abadi; Tuhan-lah yang menjadi segalanya!

*). Alm. Manfred Mote, S. Fil adalah tokoh filfus suku Mee yang telah memprakarsai program Odaa Owaada di kalangan gereja Katolik, terutama di Dekenat Paniai, Keuskupan Timika dalam acara Musyawarah Pastoral Mee dan Moni.  

Editor: Abeth A. You

224 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares