Peringati HUT Sumpah Pemuda, KNPI Deiyai Gelar Seminar Publik


Deiyai, [WAGADEI] – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Sumpah Pemuda ke-99 Tahun 2018, Dewan Pimpinan Daearh Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Deiyai, Papua menggelar seminar kepemudaan yang bertempat di aul Sosial Katolik Waghete, Senin, (29/10/2018).

Kegiatan ini mengangkat tema ”Pemuda Bersatu, Pemuda Yang Maju, Berkarakter dan Siap Saing” itu dibuka oleh Assisten II Setda Kabupaten Deiyia, Yosias Pakage dihadiri oleh Forkopimda, TNI, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh agama serta diikuti oleh puluhan perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) setempat.

Assisten II Deiyai, Yosias Pakage mengatakan, pemuda Deiyai harus dekat dengan agama, adat dan alam dengan membersihkan jiwa bersama Roh Kudus. Sebab, pemuda Deiyai merupakan generasi penurus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan daerah dan nasional.

“Pemuda Deiyai harus membersihkan jiwa, tubuh dan roh. Sebab pemuda adalah pemimpin masa depan. Hanyalah orang bersih yang akan membangun Deiyai,” kata Yosias Pakage melalui keterangan yang diterima wagadei.com, Rabu, (31/10/2018).

Oleh karena itu, diharapkan pemuda dapat memikul tugas dan tanggungjawab untuk kelestarian kehidupan bangsa dan bernegara. “Pemuda kita perlu mendapatkan perhatian khusus dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa di tengah gencarnya globalisasi yang kian sulit dibendung, problem kultural, godaan hidup, idealistik, kapitalistik yang notabene yang keluar dari globalisasi dari kalangan pemuda ternyata luar biasa kuat.

Wakil Ketua DPD KNPI Deiyai, Yeheskiel Kotouki mengatakan, dilaksanakannya seminar itu untuk menyatukan pendapat, pikiran dan gagasandari semua kalangan, terutama para pemuda yang ada di negeri Tigi.

“Maka semua gagasan itu akan kami rumuskan dan akan kami merekomendasikan kepada pemerintah untuk dilanjutkan,” kata Kotouki.

Pihaknya juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan seminar itu.

“Melalui kegiatan seminar kepemudaan ini, kedepan pemuda-pemuda pelopor mampu menjalin sinergi, kerjasama dengan pemerintah daerah dalam mengisi dan mendukung pembangunan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, seumlah pemateri yang diudang pada kegiatan itu di antaranya, tokoh adat, Melkias Pekei memaparkan materi tentang ‘peran pemuda dalam melestarikan budaya’. Sedangkan Pendeta Marinus Edowai, mewakili tokoh agama memaparkan materi tentang ‘pemuda mengembangkan pengetahuan dan iman untuk membangun Deiyai’. Sementara Melkias Kotouki mewakili pemuda memaparkan materi tentang ‘kepemudaan’. .

Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Yosias Pakage atas nama pemerintah kabupaten Deiyai. Dalam sambutannya, Yosias menyampaikan bahwa Dalam seminar tersebut, sekitar tiga ratus peserta yang hadir, peserta lebig didminasi oleh siswa/i tingkat SMA, SMK, SMAK dan Mahasiswa dari dua kampus yang aa di kabupaten Deiyai.

Usai memaparkan materi dari masing-masing pemateri, Agustian Tatogo selaku moderator membuka sesi Tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab. Dari begitu banyak pertanyaan yang diajuhkan, langsung ditanggapi oleh pemateri. Pertanyaan berputar dalam bagaimana peran pemuda dalam menjaga keamanan, melesterikan budaya, mengembangkan iman dan pengetahuan serta untuk bersatu padu dalam membangunan Deiyai. Sementara dari TNI, Perwira Suherman membawakan materi berjudul ‘Peran TNI dalam menjaga keamanan dan kenyamanan hidup di Deiyai’.

“Jadi satu kesepakatan kami dalam seminar itu untuk lanjutkan ke pemerintah (eksekutif dan legislatif) agar segera ditetapkan peraturan daerah (Perda) tentang  miras, keamaan dan perberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (*/wagadei)

Editor: AB  

61 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares