Pakai DK, Kampung Magode Bangun Pagar dan Jalan Rabat Beton

Dogiyai, [WAGADEI] – Dana kampung (DK) tahap kedua tahun anggaran 2018 di kampung Magode, Distrik Mapia, Dogiyai, Papua benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat. Bagaimana tidak, kali ini aparat kampung maupun pendamping melaksanakan pagar kampung di dusun Idakotu berukuran 1,50 x 232 meter.

Sekertaris  Kampung Modio, Yanuarius Iyai mengatakan, selain itu pihaknya juga telah membuat jalan rabat beton 360 x 20 meter. Awalnya pada tahun anggaran 2017 juga  pihaknya telah bangun rumah gembala (petugas gereja) dari dana bersumber dari DK tersebut.

Menurut Yanuarius, pihaknya melaksanakan kegiatan itu wujud dari semangat visi misi Bupati dan Wakil Bupati setempat, yakni ‘Dogiyai Bahagia’.

“Masyarakat Kampung Magode juga bersepakat bahwa harus ada lahan kopi dan kami sudah anggarkan untuk membuat lahan kopi. Ini sesuai program Bupati bahwa setiap kampung harus menanam kopi yang bersumber dari dana kampung. Maka itu kami sudah mulai siapkan,” kata Yanuarius Iyai kepada wagadei.com akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Kampung Magode, Petrus Iyai mengungkapkan, selama ini dalam pengaluran dana kampung baik yang bersumber dari APBD dan APBN selalu transparansi.

“Tidak pernah saya sembunyikan. Dana kampung saya selalu taruh di hadapan masyarakat. Pembagian selalu transparasi sehingga masyarakat selalu bangga. Sebab dana dikasih pemerintah untuk rakyat bukan kepala desa , sekretaris kampung, bukan juga aparat kampung,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah dalam pengalokasi dana kampung bisa dilihat dari jangkauan, geografis dan jumlah jiwa.

“Kami juga berharap agar dalam pengusulan program dapat diakomodir. Tidak boleh dicoret. Hal ini kami sampaikan kepada Dinas DPMK,” bebernya.

Kepala Distrik Mapia, Bonivasius Dogomo berharap,  penggunaan dana kampung  agar digunakan dengan baik-baik.

“Belum tentu dana kampung ini bisa berhentikan. Untuk itu selagi masih bisa nikmati dana kampung masyarakat agar digunakan kebutuhan dengan sebaik mungkin,”kata Dogomo.

Menurut Bonivasius, anggaran DPA di tingkat Distrik terlalu kecil dibandingkan dengan kampung. “Kami di distrik dana kecil. Kalau dikampung dana cukup besar. Sehingga saya selalu pengawasan tetap jalan baik,” jelasnya. (Agus Tebai)

Editor: AB

Share

2 thoughts on “Pakai DK, Kampung Magode Bangun Pagar dan Jalan Rabat Beton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares