Mahasiswi Paniai di Jayapura terlantar, di manakah asrama putri?

Tampak asrama putri Paniai yang sementara dihunni mahasiswa Kingmi dan diberi nama asrama Kerith - wagadei photo

Jayapura, [WAGADEI] – Sudah dua periode pemerintahan Kabupaten Paniai berlalu, nasib mahasiswi (putri) di kota study Jayapura, Papua jadi terlantar. Bagaimana tidak, asrama putri milik Pemda yang berlokasi di Abepura itu ditempati oleh mahasiswa beragama Kingmi.

Dalam suatu pertemuan pertemuan tahun 2011 dengan Pemkab sejak Bupati Naftali Yogi dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Edie Tasak. Pihak  Dinsos menjanjikan dua bulan ke depan akan merenovasi dan melengkapi kekurangan asrama Kingmi Kerith yang berlokasi di Kampkei.

Kepada wagadei.com, Tina Gobai, mahasiswi UOG kepada , Selasa, (2/10/2018) mengatakan, para mahasiswi Paniai yang ada di kota Jayapura memohon kepada Pemda Paniai tuntaskan masalah tersebut.

Gobai mengatakan dari pengalaman sebelumnya mahasiswa Paniai selalu terlantar di kos-kosan sehingga kebanyakan mereka selalu tidak kuliah dengan baik.

“Yang bikin molor waktu itu pihak gereja Kingmi atau dari pihak pemerintah itu kami juga tidak tahu. Setahu kami, asrama milik Kertih itu ada di Kamkei tapi mereka tidak pindah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah juga jangan tutup mata dalam hal pendidikan tetapi harus jeli melihat asrama-asrama dan kontrakan-kontrakan yang ada di berbagai kota studi yang ada di Indonesia lebih khususnya di kota studi Jayapura yang mahasiswanya mencapai ratusan orang ini.

Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKM-KP) Se-Jayapura, Yosafat Muyapa mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemkab Paniai yang telah membangun asrama putra (permanen) dan putri (semi permanen) di Jayapura sejak tahun 2007.

Dikatakan, pihaknya telah mengetahui bahwa perbaikan (ganti rugi) asrama Kerith di Kamkei tersebut pihak Pemda telah memberikan dana Rp. 1 Miliar kepada oknum tertentu, namun hingga saat belum ini terealisasi.

“Yang menjadi pertanyaan buat kami adalah mahasiswi (putri) Paniai di kota studi Jayapura belum masuk di asrama putri yang pemkab Paniai bangun di jantung Kota Abepura, persis depan Hotel 777 hingga detik ini kenapa?. Mengapa belum dihuni para putri Paniai. Jadi asrama itu sementara dihuni oleh teman-teman (Kingmi) Kerith,” kata dia.

Menurutnya, sudah berulangkali pengurus FKM-KP terdahulu melakukan pertemuan dengan Pemkab sejak Bupati Naftali Yogi dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Edie Tasak. Namun, lanjutnya, Kadinsos dalam pertemuan tersebut hanya menjanjikan  dua bulan ke depan pihak Pemkab akan renovasi dan melengkapi kekurangan asrama Kingmi Kerith yang berlokasi di Kamkei.

“Ini yang kita harus luruskan dulu. Salahnya di mana? Seingat saya, dalam pertemuan waktu lalu itu ada pak Nason Utty perwakilan dari gereja Kingmi dan pak Edie Tasak, perwakilan dari Pemda Paniai pernah sepakat selesaikan kasus ini. Kok, masih berlanjut. Mari kita duduk sama-sama lagi,” katanya. (*/wagadei)

Editor: AB

banner 120x600

Respon (42)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *