KPU Papua akui selisih suara Pilkada Mimika dan Paniai beda jauh

Jayapura, [WAGADEI] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua mengakui bahwa selisih suara pada Pilkada yang dilakukan pada 25 Juni 2018 untuk Kabupaten Mimika yang diungguli paslon petahan Eltinus Omaleng – Johannes Rettob dengan perolehan suara sebanyak 60.629 dari 18 Distrik dan Kabupaten Paniai yang dilakukan pada 25 Juli 2018 lalu diungguli Meki Nawipa – Oktopianus Gobay dengan 71.072 suara dari 23 distrik berbeda jauh, ketimbang beberapa Kabupaten yang disengketakan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI).

Hal itu dikatakan Komisioner KPU Papua, Tarwinto mengatakan, walaupun demikian, pihaknya tetap menghargai apapun keputusan dari MK terhadap hasil pilkada di tiga Kabupaten ini, karena keputusan MK itu sudah final.

“Kalau Kabupaten Mimika dan Paniai itu sangat jauh sekali selisih suaranya. Jika ada potensi PSU bisa terjadi di Kabupaten Deiyai karena selisih suara pasangan calon yang menang dangan calon lainnya sedikit,” kata Tarwinto kepada wartawan belum lama ini.

Kendati demikian, ia mengharapkan, tidak ada Pilkada ulang lagi, kalaupun nanti keputusan MK dari tiga Kabupaten tersebut ada yang dilakukan Pilkada ulang.

“Maka kita di KPU Provinsi tentu siap mengawali tugas-tugas KPU di daerah agar proses bisa berjalan baik pula,”paparnya.

Ia meminta kepada MK, agar putusan MK tidak merugikan semua pihak, paling penting jangan sampai ada PSU lagi bagi tiga Kabupaten yang masih proses di MK. (*wagadei)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares