Massa dari HK jangan anarkis, Pilkada Paniai harus damai

Jayapura, (WAGADEI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai meninginkan agar Pilkada tahun 2018 di daerah itu harus berjalan aman dan damai tanpa mengorbankan pihak manapun terutama warga sipil. Sehingga pihaknya meminta agar empat pasangan calon (Paslon) harus menunjukan sikap kebapakan demi daerah dan rakyat.

“Empat paslon diantanya Naftali Yogi – Marten Mote, Yehuda Gobay – Yan Tebai, Yunus Gobay – Markus Boma, Yulius Kayame – Martinus Keiya yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tersebut sudah legowo dengan putusan KPU Paniai. Tidak ada masalah bagi mereka empat, hanya paslon Hengky Kayame – Yeheskiel Tenouye saja yang keberatan,” kata Ketua Divisi Hukum KPU Paniai, Zebulon Gobay kepada wagadei.com di Jayapura, Minggu, (10/6/2018).

Menurut Zebulon Gobai, empat paslon telah gugur pada putusan Panwas Paniai karena gugatan dari paslon Hengky Kayame – Yeheskiel Tenoye, keempatnya tidak mempersoalkan karena sudah dari proses gugat menggugat.

Ia mengatakan, Hengky – Yeheskiel harus memberikan pemahaman yang baik kepada tim sukses dan massa pendukungnya agar tidak ada anarkis lagi. “Pleno penetapan kemarin itu sudah sah dan mengikat,” imbuhnya.

“Kami pikir potensi ancaman dari empat paslon itu tidak ada. Cuma harus antisipasi massa dari pak Hengky Kayame,“ jelas Gobay.

Selain mengurus logistik Pilkada Paniai, termasuk Pilgub, lanjut Zebulon Gobay, pihaknya juga mempersiapkan jadwal kampanye untuk paslon Meki Nawipa – Oktopianus Gobai.

“Jadi, sampai 23 Juni, kami usahakan untuk melakukan jadwal kampanye. Kemudian debat kandidat atau talk show secara maraton. Jadi, hanya 1 minggu saja calon tunggal melakukan kampanye,“ bebernya.

KPU Paniai memberikan penjelasan secara detail terkait putusannya tersebut, termasuk menggugurkan paslon petahana, Hengky Kayame – Yeheskiel Tenoye lantaran tersandung kasus dipailitkan sesuai putusan Pengadilan Niaga, Makassar.

Dikatakan, KPU Paniai baru mendapatkan bukti-bukti pembayaran dari Hengky Kayame kepada kurator yang dibentuk Pengadilan Niaga, Makassar.

“Tapi bukti baru kami dapat setelah kami koordinasi dengan KPU Papua 8 Juni 2018, pasca pleno. Jadi, kami tidak bisa pleno ulang berdasarkan bukti-bukti itu, karena bukti itu tidak bisa dijadikan untuk yang bersangkutan ditetapkan kembali, karena putusan pengadilan biasa dibatalkan melalui sidang pengadilan tingkat atas melalui banding,“ katanya. (YA/wagadei)

 

Share

One thought on “Massa dari HK jangan anarkis, Pilkada Paniai harus damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares