Pilkada Paniai, Cabup Nomor 3: Jangan Ada Konflik Horizontal Karena Politik

Jayapura, (WAGADEI) – Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Paniai pada tahun 2018, calon bupati (Cabup) nomor urut 3, Meki Nawipa mengajak semua pihak di tanah Paniai terutama para paslon yang lainnya untuk tidak boleh meresahkan masyarakat dengan berbagai isu provokator.

Nawipa yang berprofesi sebagai penerbang (pilot) ini meminta kepada masyarakat Paniai tidak terjerumus dalam kelompok tertentu yang hendak mengacaukan Paniai, biarkan para paslon bersaing secara sehat.

“Masyarakatku Paniai, saya minta kalian semuanya tetap tenang dan menjaga keamanan selama tahapan Pilada berjalan. Ini agenda nasional, bukan milik Paniai saja. Karena itu, saya minta kepada semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Paniai beri pemahaman kepada tim sukses dan massa pendukung untuk bersaing secara sehat menuju kursi nomor 1 kabupaten Paniai,” kata Meki Nawipa kepada wagadei.com di Jayapura, Jumat, (16/3/2018).

Meki yang berpasangan dengan  Oktovianus Gobai, S.Ip ini mengatakan, semua paslon merupakan putra terbaik Paniai yang punya kerinduan untuk membangun negeri Wagadei (julukan Paniai) sehingga tak pantas saling menjatuhkan dengan isu yang negatif.

“Jangan ada konflik antara sesama manusia karena manusia Paniai juga adalah aset bangsa, gereja dan lainnya”, harap Meki Nawipa.

Dikatakan Meki Nawipa, jika dirinya bersama Oktovianus Gobai yang diusung Partai NasDem dan PKB ini dipercaya oleh masyarakat Paniai untuk memimpin kabupaten Paniai lima tahun kedepan, maka dirinya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk membangun Paniai sesuai visi dan misi pasangan ini.

“Ya kalau kami memiliki moto Paniai untuk semua. Itu artinya semua sisi kami akan memakai semua orang asli Paniai tanpa melihat identitas, agama, daerah, marga dan lainnya,” katanya.

Ia mengaku, dirinya bersama calon wakil bupati jug tim suksesnya Pasangan Meki Nawipa dalam waktu dekat akan melaksanakan kampanye tertutup di tingkat kampung, distrik hingga kabupaten sesuai jadwal tahapan kampanye yang dikeluarkan KPU.

“Kampanye tertutup ini kami masih tunggu petunjuk lebih lanjut dari KPU. Karena kalau kami sudah mulai kampanye itu jangan sampai ditegur dari Panwaslu. Nah, sekarang harusnya tahapan itu jalankan, sambil menunggu putusan hokum bagi mereka yang gugat di PTTUN Makassar dan MA Jakarta. Kalau biarkan model ini kami anggap dirugikan itu,” tuturnya.

Ditambahkan, dari tahapan sosialisasi hingga penetapan lima pasangan sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku di negara Indonesia, maka dirinya mengajak pihak penyelenggara Pilkada untuk menjalankan tahapan selanjutnya sesuai aturan yang berlaku. (YA/wagadei)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares