Amankan Pilkada Deiyai Polres Paniai bakal datangkan Brimob, DAW geram!

Aksi deiyai berdarah di Waghete

Jayapura, (WAGADEI) –  Untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta terpeliharanya stabilitas kamtibmas jelang kegiatan puncak pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Deiyai, Papua tahun 2018, Polres Paniai berencana mendatangkan Satuan Brimob di daerah Tigi (Deiyai).

Kapolres Paniai, AKBP. Supriyagung, SIK smenjelaskan, maksud kedatangan Sat Brimob itu pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan tokoh agama pada 17 Januari 2018 lalu di Mapolsek Tigi.

“Ini untuk dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Deiyai. Mkaa, kami (kepolisian) telah meminta izin dan berkoordinasi dengan para tokoh Masyarakat terkait akan didatangkannya bantuan Brimob itu, lalu mereka terima. Pak Asisten I Setda Deiyai juga hadir,” kata Kapolres Paniai, AKBP. Supriyagung, SIK baru-baru ini dilansir Jubi.

Disinggung kasus Deiyai Berdarah 1 Agustus 2017? Kepolisian berusaha mendatangkan Brimob yang lain, sehingga tentunya akan dibekali dengan pengetahuan tentang karateristik wilayah yang menjadi tempat tugasnya nanti.

“Dan ini hanya untuk Pilkada, selain itu karena personil Polisi Paniai sangat terbatas. Sedari ini kita lakukan pertemuan untuk minta permisi kita dan seluruh komponen berharap Deiyai dalam pelaksanaan agenda pesta demokarasi aman damai dan tertib,” katanya.

Ditambahkan, semua pihak menginginkan Deiyai aman namun tidak tahu isi hati masing-masing orang, maka untuk menghilangkan niat yang tidak baik perlu didatangkan Brimob.

“Kita semua wajib memberikan pengertian yang benar, tidak menakut-nakuti kepada masyarakat, dengan komunikasi yang baik pasti semua berjalan lancar,” ucapnya.
Ketua Dewan Adat Wilayah (DAW) Oktovianus Pekei menegaskan, tak ada sesuatu yang perlu dikuatirkan menjelang pilkada di Deiyai. Sebab, tidak ada sejumlah indikasi yang menunjukkan potensi munculnya konflik menjelang Pilkada tersebut.

“Buktinya pengalaman selama ini tidak ada konflik kekerasan Pilkada. Sama halnya juga Pilkada serentak ini. Oleh karena itu, kalau Kapolres Paniai mau menambah pasukan Brimob, maka kebijakan itu sangat keliru,” ungkap Pekei.

Dijelaskan, Pilkada sebelumnya biasanya dijaga ketat oleh Pol PP, Hansip, Kamra dan Polisi. Ia ertanya, mengapa Pilkada kali ini mau datangkan Brimob, lagian warga Deiyai masih trauma kasus Deiyai Berdarah yang nota bene pelakunya adlah Brimob.

“Kita sudah usir Brimob atas persetujuan pak Bupati, DPRD dan masyarakat diketahui pak Kapolres sendiri. Jangan memberi kesan bahwa Pilkada diselenggarakan dalam kondisi tekanan aparat, biarkan masyarakat dalam situasi bebas memilih pemimpinnya,” pungkasnya. (YA/wagadei)

banner 120x600

Respon (10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *